mind your words
melihat ke beranda jejaring sosial yang saya ikuti, bikin garuk-garuk kepala sendiri...
gileee.... ni orang-orang bikin status koq isinya begini yaa... Sebagian berisi keluhan, lainnya tentang kegalauan (haha... galau... galau...) dan hal yang tak layak di publikasikan, menurut saya.
mungkin bukan cuma saya yang merasa hal ini. saya yakin banyak sekali yang berpikir sama dengan saya..
Apa sih manfaat jejaring sosial?
buat saya, jejaring sosial membantu saya menambah penghasilan. (dagang mode: on).
di jejaring sosial juga saya "bertemu" si mas yang menggenapi separuh hidup saya. mengetahui kabar dari saudara, dan teman2 lama pun saya bisa dapatkan dari jejaring sosial. si A anaknya sudah 2, si B baru beli sesuatu, si C baru putus dari pacarnya, si D ngundang ke acara pernikahannya, si E lg jalan2 ke suatu tempat.
walah... bener2 numplek-blek semua berita disitu. macam surat kabar.
yang saya sukai dari jejaring sosial adalah "dia" mampu membuat semua orang merasa penting!
bukan seperti surat kabar, acara gosip, atau berita di tipi yang hanya "mementingkan" orang2 tertentu.
di jejaring sosial, setiap hal yang kita kabarkan akan ditanggapi. diberi komentar baik, mendukung, menentang, atau kadang sekedar melucu.
saya juga merasakan betapa jejaring sosial bisa mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. (nah lhoo?)
saya suka melihat si mas bercanda dengan adik2 dan kakak2nya. seperti tidak ada jarak, padahal mereka tinggal di pulau yang terpisah2 dan tidak berjumpa dalam waktu yang lama. saya juga suka mendapati kabar bahagia dari teman/saudara yang lama tidak bertemu.
tapi seringkali saya eneg melihat postingan beberapa "anak muda" yang saling menjatuhkan dan menghina temannya. salah seorang teman di jejaring sosial saya nampak sedang bermusuhan dengan teman sekelasnya, dan pertarungan terjadi di dunia maya. seruan kasar dan penghuni kebun binatang semua keluar. verbal bullying yang nyata, tanpa tedeng aling-aling! miris. di usia belasan mereka sudah belajar menjadi pelaku kriminal. yaa.... bukankah verbal bullying itu pemantik tindak kriminal lainnya?
atau ada lagi teman yang selalu mengeluh... uuhhh... grumbling is not something nice, gals.
taruhan, nggak ada seorangpun yang suka mendengar keluhan terus menerus. don't you have any other things for making you feel grateful? setiap tarikan nafas adalah anugerah. bisa makan dengan tenang adalah berkah. punya pekerjaan yang baik juga bukan musibah kan? so... kenapa masih terus mengeluh??
mencurahkan perasaan dan isi hati dalam jejaring sosial mungkin ada manfaatnya. tapi menampilkan semua hal yang ada dalam hati kita serta sedang kita lakukan koq rasanya seperti menelanjangi diri sendiri dimuka umum. orang lain menilai diri kita dari setiap kata yang kita ucapkan.
seperti pepatah jawa "aji ning diri soko ing lati".
menyikapi kemajuan jaman yang serba memberi kemudahan harus diimbangi dengan kesiapan kita menghadapi dampaknya. saya harus lebih banyak belajar tentang ini, karena saya benar-benar tidak ingin anak saya kelak menjadi bagian dari mahkluk Alloh yang tidak terberkahi karena kata-kata dan perilakunya.
