ketika cinta ini menjadi milikku
aku menyukai kehadirannya di hidupku... buatku, dia bukan sekedar teman hidup...
dia mencintaiku dengan sederhana... apa adanya...
tanpa kata cinta yang menjemukan dan tanpa makna...
sejak 3 tahun lalu hingga sekarang, setiap kata sayang yang ia ucapkan, masih membuat dadaku berdesir...
aku selalu merasa jatuh cinta padanya... lagi dan lagi...
setiap orang bertanya, "apa yang membuatmu menyukainya, dies?" aku hanya tersenyum. biarkan alasan itu menjadi milikku sendiri, karena aku tak mau orang lain ikut jatuh cinta padanya setelah mendengar alasanku. egois sekali? biar. buatku cinta ini hanya milikku.
kami dua orang yang berbeda... semakin lama kami mulai menyadari dan terus menyesuaikan diri...
banyak hal lucu dan menyenangkan yang membuatku merasa semakin bergantung padanya...
walaupun jauh, tapi aku tidak bisa tidur sebelum mendengar suaranya...
dia selalu sabar menemaniku hingga tidur... mendengarkan cerita-ceritaku... membuatku tertawa... sampai aku lelah dan akhirnya tertidur...
terkadang aku merasa jengkel dengan sikapnya keras. tidak ada toleransi untuk hal yang tidak sesuai dengan keadaan yang seharusnya. dia tegas dan sangat menghargai hak semua orang. pernah suatu kali dia komplain keras kepada petugas di shelter busway karena kondektur tidak bertugas dengan baik. aku gugup karena semua orang memperhatikannya. tapi aku tahu, yang dia lakukan adalah agar kami mendapat hak kami yang seharusnya. lebih lagi, semua karena dia mengkhawatirkan aku.
aku selalu merasa dimanjakan olehnya...
benar2 merasa dicurahi kasih sayang...
dan satu-satunya untuk dirinya...
aku benar-benar ingin menjadi istri yang baik untukmu, mas.
menyambutmu dengan senyum. menyiapkan semua keperluanmu. mendengarkan ceritamu seharian.
menjadi penyempurna kehidupanmu..

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda